MAGETAN – jejakindonesia.news || Akses komunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Magetan menjadi perhatian Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magetan, Sofyan. Ia mempertanyakan sulitnya membangun koordinasi dengan pihak BGN Magetan, terutama ketika informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Bagi LIRA, persoalan tersebut bukan semata soal sulitnya bertemu atau berkomunikasi dengan pejabat, melainkan menyangkut keterbukaan informasi dan akses publik terhadap penyelenggaraan program pemerintah.
Sofyan menilai, organisasi masyarakat yang menjalankan fungsi sosial kontrol semestinya dapat memperoleh ruang komunikasi untuk meminta penjelasan maupun melakukan konfirmasi terhadap informasi yang berkembang di lapangan.
“Kami menyayangkan jika koordinasi sulit dilakukan. LIRA sebagai organisasi sosial kontrol tentunya ingin mendapatkan informasi yang jelas, bukan untuk menghambat program pemerintah, tetapi justru ikut mengawal agar pelaksanaannya berjalan dengan baik,” ujar Sofyan.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka justru dapat menjadi sarana untuk mencegah munculnya kesimpangsiuran informasi. Ketika akses konfirmasi kepada pejabat atau instansi terkait sulit dilakukan, kata dia, masyarakat berpotensi hanya mendapatkan informasi sepihak.
Pertanyaannya, sejauh mana keterbukaan komunikasi BGN Magetan kepada publik ketika masyarakat maupun organisasi sosial kontrol membutuhkan penjelasan?
Sofyan berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Ia meminta BGN Magetan membuka kanal komunikasi yang lebih efektif sehingga setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat diklarifikasi secara langsung dan tidak berkembang menjadi polemik.
“Kami berharap BGN Magetan lebih terbuka dan mudah diajak berkoordinasi. Kepentingan utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sorotan LIRA tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program pemerintah tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran dan pelaksanaan teknis, tetapi juga transparansi, komunikasi publik, serta ruang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BGN Magetan belum memberikan keterangan mengenai alasan sulitnya koordinasi sebagaimana disampaikan Ketua DPD LIRA Magetan.
Redaksi jejakindonesia.news membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak BGN Magetan untuk memberikan penjelasan secara utuh kepada publik. (Sal)













