BANDUNG – Jejakindonesia.news // Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, melontarkan kritik tegas terkait maraknya aktivitas tambang ilegal di Jawa Timur yang dinilai terus berlangsung tanpa penanganan serius.
Saat dikonfirmasi wartawan di Polda Jawa Barat, Senin (20/4/2026), Agus Flores menegaskan persoalan tambang ilegal yang terus merajalela tidak seharusnya seluruh bebannya diarahkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, tanggung jawab utama justru berada di level kewilayahan, khususnya jajaran Kapolres dan Kapolda yang memiliki otoritas langsung dalam penegakan hukum di daerah.
“Persoalan itu kesalahan Kapolres dan Kapoldanya. Jangan semua menumpuk ke Kapolri. Kasihan Kapolri kalau semua dibebankan ke beliau, atau nanti harus menunggu atensi beliau baru bergerak,” tegas Agus Flores.
Alumni HMI 99 itu menilai, selama ini kerap muncul persepsi seolah seluruh persoalan di tubuh institusi otomatis menjadi kesalahan pimpinan tertinggi, padahal menurutnya banyak persoalan justru bersumber dari lemahnya pelaksanaan tugas di level bawah.
Ia juga menyoroti kondisi ketika Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras, yang menurutnya justru sering mengarah kepada Kapolri, bukan kepada oknum atau jajaran yang diduga lalai menjalankan tugas.
“Setiap kesalahan anggotanya, yang dimarahi Presiden justru Kapolri. Apakah tidak kasihan melihat situasi Kapolri? Buruknya di bawah, dianggap perintah atasan, padahal sama sekali tidak seperti itu,” ujarnya.
Agus Flores bahkan menilai ada pola narasi yang menurutnya berpotensi menggiring opini publik untuk menyudutkan pimpinan Polri.
“Tujuannya apa? Agar mudah mengganti Kapolri? Untungnya Presiden cerdas melihat situasi itu,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sorotan keras terhadap penanganan tambang ilegal di Jawa Timur yang dinilai membutuhkan tindakan konkret, bukan sekadar menunggu instruksi pusat, melainkan keberanian dan tanggung jawab aparat di tingkat daerah untuk menindak tegas pelanggaran hukum yang terjadi.
#ListyoSigitPrabowo #AsSDMPolri #PropamPolri #Negaraku #Pancasila













