Jember – Jejakindonesia.news || Ramainya Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Jember ternyata tak hanya menyedot perhatian warga. Perputaran ekonomi di tengah masyarakat ikut bergerak, salah satunya dirasakan petani sayur.
Bagi Salihatul Hasanah, 53, warga Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hingga berlangsungnya Ancak Agung membawa berkah tersendiri.
Sayuran hasil kebunnya justru lebih cepat terserap karena kebutuhan warga meningkat.
Salihatul sehari-hari mengandalkan tanaman terong sebagai salah satu sumber penghasilan.
Tanaman tersebut mulai dipanen sekitar 45 hari setelah ditanam. Setelah panen perdana, terong bisa dipetik kembali setiap tiga hari.
Biasanya, hasil panen dijual kepada pelanggan yang datang langsung ke rumah. Jika produksi sedang melimpah, sebagian hasilnya diambil pengepul untuk kemudian dipasarkan hingga kawasan Pasar Tanjung.
Namun, momentum Ancak Agung membuat pola penjualan itu ikut berubah. Pesanan langsung dari masyarakat meningkat. Sejumlah pembeli memilih datang ke rumah untuk mengambil sayuran yang mereka butuhkan.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Salihatul. Selain hasil kebunnya lebih cepat terjual, ia juga bisa menghemat tenaga karena tidak harus membawa seluruh hasil panen ke pasar.
“Alhamdulillah, adanya kegiatan Ancak Agung sangat membantu kami. Permintaan sayuran jadi lebih banyak, terutama dari masyarakat yang membutuhkan untuk persiapan acara,” ujarnya.
Menurut dia, geliat kegiatan masyarakat memiliki efek berantai terhadap pedagang dan petani kecil.
Ketika warga membutuhkan lebih banyak bahan pangan untuk berbagai keperluan, hasil pertanian lokal ikut mendapatkan pasar.
Bagi Salihatul, dampak seperti itu menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan budaya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Pergerakan masyarakat yang terjadi di dalamnya juga mampu membuka peluang ekonomi bagi warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha kecil dan hasil pertanian.
“Yang paling terasa banyak pesanan langsung diambil ke rumah. Jadi tidak perlu membawa semua dagangan ke pasar dan hasil panen juga lebih cepat terserap,” katanya.
Kirab Pawai Budaya Ancak Agung sendiri digelar di Kabupaten Jember, Sabtu (22/8/2026), untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bagi Salihatul, semakin banyak kegiatan masyarakat yang melibatkan warga secara langsung, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan tambahan pasar.
“Kami bersyukur karena kegiatan seperti ini bukan hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberi dampak kepada pedagang dan petani kecil seperti kami,” pungkasnya.
(Dodik)













