BANYUWANGI – jejakindonesia.news||Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 telah digelar pada Sabtu (18/7/2026). Parade busana etnik kontemporer ini berhasil menarik wisatawan berdatangan ke Banyuwangi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat, mobilitas masyarakat selama periode libur akhir pekan yang bertepatan dengan penyelenggaraan BEC 2026, cukup tinggi.
Pada periode 17 hingga 19 Juli 2026, total pelanggan yang berangkat maupun datang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai 47.797 penumpang.
“Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tersebut. Tercatat sebanyak 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Kabupaten Banyuwangi, sementara 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut,” kata Manager Hukum dan Humas PT KAI (Persero) Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.
Dengan demikian, total mobilitas penumpang yang datang dan berangkat di Kabupaten Banyuwangi mencapai 24.574 penumpang selama tiga hari. “Jumlah ini berkontribusi lebih dari 50% dari total penumpang di Daop 9 Jember,” sambungnya.
Cahyo menyebut, meningkatnya jumlah pelanggan pada periode ini tidak terlepas dari adanya berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di Banyuwangi, salah satunya Banyuwangi Ethno Carnival, yang setiap tahunnya menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Momentum penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan KAI untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya,” ujar Cahyo.
Menurut Cahyo, KAI Daop 9 Jember terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal selama berlangsungnya berbagai agenda nasional maupun daerah.
“Selain memastikan kesiapan operasional perjalanan kereta api, KAI juga mengoptimalkan pelayanan di stasiun agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” sebutnya.
Setiap tahunnya BEC selalu menarik antusiasme ribuan wisatawan dan warga lokal. Tahun ini BEC menyuguhkan parade spektakuler kostum etnik dengan tema “Perang Bayu”, sebuah kisah heroik warga Banyuwangi melawan penjajahan Belanda di abad ke-18 dan menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan bahwa salah satu tujuan digelarnya event adalah menarik orang untuk mengunjungi Banyuwangi. Datangnya orang ke Banyuwangi, kata dia, akan berdampak ganda pada banyak sektor.
“Inilah maksud kami menggelar event, akan berdampak pada pergerakan ekonomi daerah. Orang berwisata akan spending pada homestay, berkuliner, hingga membeli oleh-oleh. Penginapan di wilayah kota semua penuh, jualan pedagang juga omsetnya naik,” kata Ipuk. (*)













