Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Gus Fawait Resmikan Dua Forum Keagamaan, Pesantren dan Guru Ngaji Didorong Jadi Mitra Pembangunan Jember

JEMBER – Jejakindonesia.news // Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam melibatkan kalangan pesantren dan guru ngaji dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan. Hal itu ditandai dengan pengukuhan kepengurusan Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji se-Kabupaten Jember yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (16/6/2026) malam.

 

Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan para tokoh agama yang selama ini memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa kedua forum tersebut dihadirkan sebagai ruang bersama untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan lingkungan pesantren.

 

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren.

 

“Pesantren dan guru ngaji memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun sinergi yang lebih erat agar berbagai program pemerintah bisa berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran,” ujarnya.

 

Bupati menilai, keberadaan forum komunikasi ini akan mempermudah proses penyampaian aspirasi sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah untuk mengetahui kebutuhan riil yang ada di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

 

Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, forum tersebut juga diharapkan mampu menjadi penghubung dalam pelaksanaan berbagai program strategis daerah. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, pengembangan ekonomi pesantren, hingga program pemberdayaan generasi muda.

 

Gus Fawait menjelaskan, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah program yang dapat diakses oleh kalangan santri.

 

Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan kerja, penguatan sektor usaha mikro dan kecil, hingga pembekalan bagi santri yang memiliki minat bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan profesional.

 

Menurutnya, para santri harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya saing di berbagai sektor. Oleh sebab itu, keterlibatan pesantren dalam agenda pembangunan menjadi salah satu prioritas yang terus diperkuat.

 

Selain bidang ekonomi dan ketenagakerjaan, Pemkab Jember juga menaruh perhatian pada aspek kesehatan lingkungan pesantren.

 

Berbagai persoalan yang berkaitan dengan sanitasi, kebersihan, dan kesehatan santri akan menjadi bagian dari pembahasan bersama melalui forum yang telah dibentuk.

 

Lebih jauh, Gus Fawait berharap kedua forum tersebut dapat menjadi wadah yang produktif dalam merumuskan berbagai gagasan pembangunan dari bawah. Dengan dukungan jaringan pesantren dan guru ngaji yang tersebar hingga pelosok desa, pemerintah daerah diyakini akan lebih mudah menjangkau masyarakat dan menyerap aspirasi secara langsung.

 

“Kami ingin pembangunan di Jember berjalan dengan semangat kebersamaan.

Pemerintah, pesantren, dan guru ngaji harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan Jember yang lebih maju,” tegasnya.

 

Melalui pengukuhan ini, Pemkab Jember berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan komunitas keagamaan.

 

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian berbagai program pembangunan sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan karakter masyarakat.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *