Jember – Jejakindonesia.news // Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya pada pembebasan biaya berobat. Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan masyarakat miskin mampu mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya transportasi maupun keterbatasan fisik.
Menurutnya, Kabupaten Jember masih menghadapi persoalan kemiskinan yang berdampak pada tingginya angka stunting, kematian ibu, hingga kematian bayi.
Karena itu, pemerintah menghadirkan program Homecare sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang proaktif dengan mendatangi langsung rumah warga.
“Selama ini kita sudah menjamin biaya berobat masyarakat. Tetapi masih ada warga yang tidak bisa ke puskesmas atau rumah sakit karena tidak memiliki biaya transportasi atau karena kondisi mereka. Maka pelayananlah yang harus datang kepada mereka,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, sasaran utama Homecare adalah masyarakat miskin ekstrem, lanjut usia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko, serta balita yang mengalami stunting. Melalui program ini, tenaga kesehatan puskesmas akan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah pasien sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga.
Apabila diperlukan penanganan lanjutan, pasien akan dikonsultasikan dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis melalui layanan telemedicine.
Pemerintah juga akan memfasilitasi rujukan ke rumah sakit dan memberikan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu yang menjadi penerima manfaat.
Gus Fawait menyebut Homecare sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, keluarga miskin juga berhak memperoleh pendampingan kesehatan sebagaimana keluarga yang mampu.
“Kalau masyarakat mampu punya dokter keluarga, maka masyarakat tidak mampu juga harus merasakan pelayanan yang sama. Itulah semangat Homecare yang kita bangun di Jember,” katanya.
Ia menambahkan, armada Homecare tidak sepenuhnya berasal dari pengadaan kendaraan baru. Sejumlah mobil dinas milik organisasi perangkat daerah yang selama ini kurang dimanfaatkan dialihkan menjadi kendaraan operasional layanan Homecare agar lebih efektif melayani masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit daerah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan para relawan yang terlibat dalam program tersebut. Ia optimistis kolaborasi lintas sektor akan memperkuat upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan.
“Program ini mungkin belum sempurna di awal pelaksanaannya. Namun kami akan terus melakukan evaluasi agar Homecare benar-benar menjadi layanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jember,” pungkasnya.
(Dodik)













