Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Pasokan BBM Jember Kembali Normal, Pertamina Tingkatkan Distribusi hingga 700 Kiloliter per Hari

JEMBER – Jejakindonesia.news || Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kabupaten Jember kembali kondusif setelah sempat mengalami gangguan distribusi. Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan volume penyaluran BBM hingga hampir 700 kiloliter per hari, atau lebih dari 20 persen di atas rata-rata normal.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, pada Selasa (20/10/2026). Ia memastikan kondisi pasokan energi di wilayahnya telah pulih sehingga aktivitas pemerintahan, termasuk aparatur sipil negara (ASN), kembali berjalan normal tanpa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

“Hari ini kondisi ketersediaan BBM di Jember sudah aman, kembali pulih, dan para ASN juga tidak lagi WFH,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, gangguan distribusi BBM yang sempat terjadi tidak hanya menjadi persoalan Jember, tetapi juga berkaitan dengan tantangan distribusi energi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

Gus Fawait menyebut Jember telah beberapa kali menghadapi persoalan serupa. Dari empat pengalaman krisis energi yang pernah terjadi, pemerintah daerah menilai koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pasokan.

Atas pulihnya kondisi tersebut, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina dan Presiden Prabowo Subianto atas upaya penanganan hambatan distribusi energi.

Namun, ia menegaskan bahwa pemulihan pasokan harus diikuti langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali berdampak luas terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Salah satu langkah yang didorong ialah memperkuat koordinasi antara Pemkab Jember, Pertamina, dan pemerintah pusat, terutama dalam menentukan jalur alternatif distribusi apabila terjadi hambatan logistik menuju wilayah Jember.

Gus Fawait berharap pasokan tidak hanya bergantung pada satu jalur distribusi melalui Banyuwangi. Jalur alternatif dari wilayah lain, termasuk Surabaya, dapat dipertimbangkan untuk menjaga kelancaran suplai ketika jalur utama mengalami kendala.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y.
Putra, menjelaskan bahwa penyaluran BBM di Jember saat ini ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan.

Dalam kondisi normal, rata-rata penyaluran BBM di Jember berada di kisaran 570 kiloliter per hari. Setelah terjadi gangguan distribusi, Pertamina meningkatkan penyaluran menjadi sekitar 680 kiloliter per hari, bahkan dapat mencapai 700 kiloliter dalam kondisi tertentu.

“Rata-rata penyaluran di Jember itu kalau normal sebelum ada kenaikan harga itu sekitar 570 kiloliter per hari. Nah, ini kita tingkatkan rata-rata hampir 20 persen lebih, bahkan itu di sekitar 680 sampai terkadang mungkin di kondisi tertentu bisa sampai 700 kiloliter per hari,” jelas Angga.

Peningkatan penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan. Meski kondisi pasokan telah membaik, Pertamina tetap mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM dan energi secara bijak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa penggunaan energi harus bijak, jangan sampai disalahgunakan. Sebab, itu akan merugikan masyarakat secara luas,” tegasnya.

Dengan kembali normalnya pasokan BBM dan elpiji, pemerintah daerah berharap kegiatan masyarakat serta roda perekonomian Jember dapat berlangsung lancar. Penguatan koordinasi dan kesiapan jalur distribusi alternatif juga diharapkan menjadi langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu kebutuhan energi masyarakat.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!