BANYUWANGI – Jejakindonesia.news || Memperingati Hari Santri Nasional, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar program Santri Mengajar, yang melibatkan puluhan santri dari berbagai pondok pesantren untuk mengajar ke sekolah mulai SD hingga SMP, untuk berbagi ilmu dan mengenalkan kehidupan di pondok pesantren, tradisi keislaman, serta ilmu diniyah kepada para pelajar.
“Program ini harapannya bisa membuka wawasan pelajar tentang dunia pesantren, yang tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial,” ujar Ipuk, Selasa (20/11/2026).
Ipuk mengatakan, Santri Mengajar menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis pesantren. Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi pelajar untuk mengenal lebih jauh peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda.
“Program Santri Mengajar memberikan ruang bagi para santri untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren,” tambah Ipuk.
Nilai-nilai tersebut meliputi pendidikan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan di sekolah, para santri juga berkesempatan melatih kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan pelajar.
Sekitar 70 santri dari berbagai pondok pesantren, disebar ke 26 sekolah se-Banyuwangi, baik SD maupun SMP. Seperti yang terlihat di SMPN 1 Banyuwangi, Senin (19/11/2026).
Program ini disambut antusias oleh para santri. Salah satunya, Syifa, santri Pondok Pesantren Adz-dzikra Banyuwangi itu mengaku gembira bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan para pelajar.
“Ini menambah pengalaman kita, agar semakin percaya diri dan berani tampil di depan audien,” ujarnya.
Ditambahkan Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Banyuwangi, Khoirul Anam, menambahkan, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi diwarnai dengan berbagai agenda sejak 15 Oktober lalu.
Selain Program Santri Mengajar, juga digelar Cek Kesehatan Gratis Ribuan Santri (15/10), Festival Anak Sholeh (18/10), Rembug Santri (20/10), Masjid Affiliate (21/10), serta Santri Entrepreneur (22/10).
“Semua kegiatan tersebut memperkuat peran santri di tengah masyarakat. Melalui berbagai agenda yang digelar, santri diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga hadir sebagai penggerak pendidikan, dakwah, serta pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya. (*)













