Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

Pertumbuhan Ekonomi Tak Boleh Berhenti di Angka, Gus Fawait Dorong Pemerataan hingga ke Warga Jember

JEMBER – Jejakindonesia.news || Pemerintah Kabupaten Jember menangkap pesan penting dari Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto: pertumbuhan ekonomi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Pesan itu disampaikan Bupati Jember Gus Fawait seusai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jember dengan agenda menyaksikan pidato kenegaraan Presiden secara daring, Jumat (14/8/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Didampingi jajaran Forkopimda Plus, Gus Fawait menilai optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional memiliki dasar yang kuat. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh sekadar mengejar pertumbuhan dalam bentuk angka, tetapi harus memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Optimisme ini semakin membesar karena bukan omon-omon. Ini berdasarkan indikator-indikator dan angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan, yaitu angka-angka dari BPS dan lembaga-lembaga independen lainnya,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, tantangan ekonomi global yang masih berlangsung justru menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa pemerataan dinilai belum cukup menggambarkan keberhasilan pembangunan.

“Pesan Presiden jelas bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut, lanjut Gus Fawait, diterjemahkan Pemkab Jember melalui sejumlah program yang menyasar langsung masyarakat. Di antaranya pelayanan homecare, layanan kesehatan gratis hingga program beasiswa.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pelayanan publik, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan maupun pendidikan.

“Dan itu kita terjemahkan di Jember dengan kebijakan-kebijakan yang bisa dinikmati oleh semua,” imbuhnya.

Selain pemerataan ekonomi, persoalan ketahanan pangan juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Gus Fawait memastikan kondisi pangan daerah relatif aman dengan ditopang produksi pertanian yang kuat.

Produksi padi dan beras Jember pada 2025 kembali menempatkan daerah ini dalam jajaran tiga besar. Capaian tersebut menjadi modal penting menghadapi potensi gangguan produksi akibat perubahan kondisi cuaca.

Pemkab Jember, kata dia, tidak ingin terlena dengan capaian tersebut. Sejumlah langkah antisipasi terus disiapkan, mulai dari optimalisasi lahan, penguatan jaringan irigasi hingga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri.

Termasuk menghadapi potensi El Nino dan berbagai anomali cuaca yang dapat memengaruhi sektor pertanian.

“Kalaupun kita akan menghadapi tantangan cuaca El Nino dan lain sebagainya, saya yakin kita bisa lebih siap dibanding sebelum-sebelumnya,” katanya.

Bagi Gus Fawait, ketahanan pangan dan pemerataan kesejahteraan merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan.

Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi kemampuan daerah menjaga kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, pesan Presiden dalam pidato kenegaraan tersebut akan menjadi salah satu pijakan Pemkab Jember dalam menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan daerah yang lebih konkret dan dirasakan langsung masyarakat.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!