Mengungkap Fakta Kebenaran
Indeks
banner 728x250

ANGGARAN PROYEK RP2,78 MILIAR JADI SOROTAN, NELAYAN MUNCAR PERTANYAKAN KUALITAS PEMBANGUNAN LANTAI TEPI LAUT KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH

BANYUWANGI, Jejakindonesia.news || 30 OKTOBER 2026 — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Anggaran 2026 di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, mulai menjadi perhatian masyarakat, khususnya kalangan nelayan. Proyek yang menggunakan anggaran APBN sebesar Rp2.781.044.000 tersebut menuai pertanyaan terkait kualitas pengerjaan lantai tepi laut.

Salah satu nelayan berinisial R menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pekerjaan di lapangan. Ia mempertanyakan kualitas material serta standar teknis pengerjaan, terutama kondisi besi tulangan yang dalam dokumentasi terlihat mengalami korosi atau berkarat sebelum proses pengecoran.

Menurut R, pembangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat nelayan seharusnya benar-benar memperhatikan kualitas material, ketepatan spesifikasi teknis, serta ketahanan konstruksi. Terlebih, bangunan tersebut berada di kawasan pesisir yang setiap hari berhadapan dengan kondisi lingkungan laut.

“Anggarannya tidak sedikit, mencapai miliaran rupiah. Kami sebagai nelayan tentu berharap hasil pembangunannya benar-benar berkualitas. Jangan sampai fasilitas yang dibangun untuk kepentingan nelayan justru tidak bertahan lama,” demikian kekhawatiran yang disampaikan R.

Ia berharap pihak terkait tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan.

Kondisi besi tulangan yang tampak berkarat tersebut perlu mendapatkan perhatian teknis. Namun, untuk memastikan apakah kondisi tersebut memenuhi atau melanggar persyaratan mutu konstruksi, diperlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga ahli maupun pengawas teknis yang berwenang.

Pemeriksaan perlu mencakup spesifikasi besi tulangan, tingkat korosi, ukuran dan jarak tulangan, metode pemasangan, hingga kesesuaian campuran serta pelaksanaan pengecoran.

R berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui satuan kerja terkait, konsultan pengawas, serta pihak kontraktor pelaksana dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar material dan mekanisme pengawasan pembangunan tersebut.

Masyarakat juga berharap pengawasan dilakukan secara serius agar setiap rupiah uang negara benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Sorotan ini bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak pelaksana pekerjaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas publik yang menggunakan anggaran negara.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi pemilik kegiatan mengenai kondisi besi tulangan yang menjadi perhatian nelayan tersebut.

Publik Menunggu Penjelasan. Transparansi, pengawasan, dan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas. Sebab, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek fisik, melainkan fasilitas yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendukung aktivitas nelayan di kawasan Muncar, Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!